Program Kotaku, Dinas Perkim Sasar Percepatan Penanganan Kawasan Kumuh

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan upaya strategis Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah Daerah dalam percepatan penanganan kawasan kumuh.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyasar 400 rumah di tiga Kelurahan, yang nantinya akan dikembangkan menjadi tujuh Kelurahan.
“Untuk mensukseskan program kotaku, sementara kita sasar di daerah perkotaan saja. Untuk tahun 2017, ada 400 rumah. Di Kelurahan Blindungan 133 rumah, Dabasah 68 dan Kota Kulon 199 rumah,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bondowoso, Mudjianto.
Menurut Mudjianto, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bondowoso menyediakan anggaran untuk pembangunan setiap 1 unit rumah sebesar Rp 15 juta.
“Jadi, istilahnya anggaran ini dialokasikan untuk peningkatan kualitas rumah tidak layak huni,” tambahnya.
Untuk pekerjaan program Kotaku, Mudjianto menegaskan tidak dikontraktualkan dan rumah yang berhak mendapat bantuan, diantaranya, rumah yang rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
“Rehabilitasi ini kami swadayakan kepada masyarakat dan sementara ini, yang kita tangani rumah rusak sedang, dengan memperbaiki atap, lantai dan dinding,” pungkas mantan Kepala Dinas PU BMCK ini.
Sekadar diketahui, program Kotaku ini dilaksanakan di 34 provinsi, yang tersebar di 269 kabupaten/kota, pada 11.067 desa/kelurahan. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kumuh yang ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing kabupaten/kota, permukiman kumuh yang berada di lokasi sasaran Program Kotaku adalah seluas 23.656 Hektare.